Bisnis jualan voucher, baik itu token listrik (PLN), pulsa, paket data, hingga voucher game, memang tidak pernah ada matinya. Selama orang masih menggunakan smartphone dan butuh penerangan, bisnis ini akan terus berjalan. Namun, karena pesaingnya sangat banyak, Anda harus punya strategi khusus agar jualan voucher Anda cepat laku dan pelanggan terus kembali.
Berikut adalah 7 tips jitu yang bisa langsung Anda praktikkan untuk meningkatkan penjualan voucher Anda!
Jangan tergiur untuk mengambil untung terlalu besar di awal. Riset harga pasaran di lingkungan Anda. Jika rata-rata admin untuk token listrik adalah Rp2.000, Anda bisa menyamakan harga atau memberikan diskon kecil (misal admin Rp1.500) untuk menarik pelanggan baru. Untung tipis tidak masalah, asalkan perputarannya cepat (kali kuantitas).
Pelanggan terdekat Anda adalah orang-orang di kontak HP Anda! Rajinlah mengunggah status di WhatsApp, Facebook, atau Instagram bahwa Anda "Open Order" voucher.
Kunci utama bisnis PPOB (Payment Point Online Bank) dan voucher adalah kecepatan. Saat ada pelanggan yang membeli, proseslah secepat mungkin. Orang yang membeli pulsa atau token listrik biasanya sedang dalam keadaan mendesak. Sekali mereka merasa pelayanan Anda lambat, mereka akan pindah ke penjual lain.
Aplikasi server pulsa atau sistem perbankan terkadang mengalami gangguan (maintenance). Jangan sampai Anda menolak pembeli dengan alasan "Sistem sedang error". Milikilah setidaknya 2 atau 3 aplikasi agen PPOB yang berbeda sebagai cadangan. Jika server A gangguan, Anda masih bisa berjualan lewat server B.
Jika Anda memiliki warung atau toko kelontong, tawarkan voucher setiap kali ada pelanggan yang berbelanja barang lain. Teknik sederhana seperti menawarkan token listrik saat pelanggan sedang tidak antre sering kali berhasil mengingatkan mereka yang lupa mengisi token atau pulsa.
Banyak minimarket atau konter pulsa yang tutup pada jam 10 malam. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai "Penyelamat Darurat" dengan melayani pembelian di atas jam tersebut (bisa via transfer bank/e-wallet lalu Anda kirimkan kode vouchernya via chat). Pelanggan akan sangat loyal kepada penjual yang bisa diandalkan saat darurat.
Berikan promo khusus untuk pelanggan setia, misalnya kartu cap sederhana: "Beli token/pulsa 10 kali, gratis admin 1 kali". Promo receh seperti ini secara psikologis akan membuat tetangga atau teman Anda enggan membeli di tempat lain.
Buat status "Open Order" di jam-jam rawan, seperti jam 7 malam atau subuh, saat orang sering kehabisan kuota atau token listrik meterannya mulai berbunyi.
Kunci dari jualan voucher yang laris manis adalah Konsistensi dan Kepercayaan. Pastikan setiap kode voucher yang Anda jual valid dan cepat masuk. Selamat mencoba, dan semoga usaha jualan voucher Anda semakin cuan!